Breaking News

Dokter di Ghouta Timur: 'Semua akan Mati, Satu Demi Satu'



Jakarta, CNN Indonesia -- Situasi di Ghouta Timur, pinggiran Damaskus, Suriah. Bayi kembar prematur lahir dalam kepanikan. Seorang ahli onkologi kehabisan obat-obatan untuk mengobati pasien-pasien kankernya. Serta harapan terakhir seorang ibu, agar anak-anaknya tidak mati kelaparan.

Itu hanya beberapa kisah dari aktivis di Ghouta Media Center, Ghouta Timur. Wilayah yang dikuasai pemberontak di pinggiran Damaskus, yang dikepung rezim pemerintah Suriah selama bertahun-tahun.

Sedikitnya 400 orang tewas, 95 di antaranya anak-anak dalam pengeboman sejak awal pekan ini.


Sekitar 400 ribu orang masih terjebak di Ghouta Timur. Sebagian besar di antaranya sangat memerlukan bantuan kemanusiaan. Adapun pengeboman kian intensif dalam beberapa hari terakhir, banyak keluarga berlindung di bawah tanah, di tempat-tempat perlindungan yang mereka gali sendiri. Ada pula yang berlindung di rumah-rumah sakit yang masih berdiri.

Tidak ada komentar