Breaking News

SEJARAH PALESTINA


Tanah Palestina adalah tanah kaum Muslim yang dibebaskan oleh Khalifah Umar bin Khattab sendiri pada 638M. Pada waktu itu warga Palestina termasuk kaum Nasrani memberikan mandat kepada Khalifah Umar bahwa diri mereka, harta mereka, dan semua kepercayaan di sana, untuk dijaga dan dipelihara oleh Islam. Kemudian setelah itu,  Khalifah Umar bin Khattab mewaqafkannya untuk umat Islam, agar jangan sampai diperjualbelikan dan jatuh ke tangan orang di luar Islam.

Namun kawasan suci itu jatuh ke tangan tentara Salib pada tahun 1099 M. Berkat perjuangan Shalahuddin Al-Ayyubi, Al-Aqsha dan kawasan sekitarnya, berhasil dibebaskan 88 tahun kemudian, tepatnya 27 Rajjab 573 H/2 Oktober 1187. Setelah itu Al Aqsha berada di bawah perlindungan kaum Muslim, hingga kemudian muncul kembali rencana jahat orang kafir merebut kembali tanah tersebut. 

Tak heran, Sultan Abdul Hamid II (tahun 1876-1911 M.) dengan gigih mempertahankan Masjid Al-Asha sebagai hak waqaf umat Islam, dan tidak memberikan sejengkal pun tanah Palestina dan kompleks Masjid Al-Aqsha untuk dikuasai oleh selain umat Islam yang memang yang bukan haknya. Sentral kepemimpinan umat Islam mempertahankan tanah waqaf kompleks Masjid Al-Aqsha dan kawasan Palestina dan sekitarnya berlangsung selama lebih kurang 1.200 tahun lamanya hingga akhirnya kekhilafahan Islam runtuh. Setelah khilafah runtuh, tak ada lagi yang melindungi dan menjaga Al Aqsha.

Al Aqsha, tanah wakaf kaum Muslim, kini di tangan penjajah Israel? Lalu akankah kita membiarkan tanah tersebut diberikan begitu saja kepada Israel, sang penjajah? Dengan mengatakan bahwa pembagian tanah ini sebagai solusi final? Tidak!


Tanah Palestina adalah tanah kharajiyah milik kaum Muslim di seluruh dunia. Statusnya tetap seperti itu sampai Hari Kiamat. Tidak ada seorang pun yang berhak menyerahkan tanah kharajiyah kepada pihak lain, apalagi kepada perampok dan penjajah seperti Israel. Sikap semestinya haruslah seperti yang ditunjukkan oleh Sultan Abdul Hamid II yang menolak sama sekali segala bentuk penyerahan Tanah Palestina kepada kaum kafir meskipun hanya sejengkal.

Tidak ada komentar