Breaking News

Multaqo' Ulama Bekasi Raya : Khilafah Ajaran Islam Wajib ditegakkan

Ulama Aswaja Bekasi : Khilafah Ajaran Islam Wajib ditegakkan



Ulama Aswaja Kabupaten dan Kota Bekasi mengadakan multaqa’ Ulama pada Ahad (6/5/2018) di Masjid Ali At Toyyibah, Setu, Kabupaten Bekasi. Acara ini sebagai bentuk dukungan moril dan didasari keimanan dalam membela Islam. Selain itu, ulama, asatidz, dan tokoh yang hadir mengkritik  ketidakadilan penguasa pada HTI. Para Ulama melihat bahwa pemerintah tidak bisa menunjukkan kesalahan HTI, para ulama sebagai pewaris nabi tetap menjaga Islam termasuk menjaga Khilafah ajaran Islam dari fitnah kriminalisasi.

Pertemuan ini dihadiri oleh para ulama pengasuh pondok pesantren di kabupaten dan kota Bekasi.Tampak hadir KH. Mahmudin al Hafidz - pengasuh PP Tamrinus Syibyan, Cikarang, Kabupaten Bekasi ; Kyai Yana Al Kongsi - Mudir Ma'had Hikmatul Huda Bekasi ; Kyai Ahmad Baidhowi, KH. Miqdad Ali Azka - Pengasuh PP Nida' al Haar, Pondok Melati ,Kota Bekasi ; Ustadz Muhammad Mirkaz - Ketua Majelis Umat Beragama (MUB) Bekasi dan Kyai Eko Abu Dzafiroh.

“Dalam perjuangan penegakkan Khilafah, para Ulama harus mengambil posisi untuk segera ikut memperjuangkan tegaknya Syariah dan Khilafah. Para Ulama harus mengambil kesempatan ini dengan tanpa harus menunggu Khilafah tegak dulu” ujar  KH Mahmudin al Hafidz.

Kemudian, lanjut Kyai Yana al Kongsi, menuturkan dakwah penegakkan khilafah melalui metode dakwah yang diwariskan Rasulullah yaitu tastqif ,tafa'ul maal ummah dan istilamul hukmi.

KH. Miqdad Ali Azka, pun mempertegas dengan cuplikan dalil jumhur ulama tentang wajibnya Khilafah. Menurut beliau jika ada ulama yang mengatakan khilafah bukan ajaran Islam, maka diragukan akan kapasitas keilmuan yang belum tuntas, dan beliau siap menjelaskan dengan gamblang kepada ulama tersebut.

Ustadz Muhammad Mirkaz, yang baru pertama kali berbicara di forum Multaqa Ulama menyampaikan tentang pengalaman beliau bertemu HTI dan membela HTI ketika HTI difitnah. Beliau menyampaikan tentang Maqashid Syariah yaitu :

1.    Hifdz Ad-Din (Memelihara Agama)

2.    Hifdz An-Nafs (Memelihara Jiwa)

3.    Hifdz Al’Aql (Memelihara Akal)

4.    Hifdz An-Nasb (Memelihara Keturunan)

5.    Hifdz Al-Maal (Memelihara Harta)

Bahwa HTI menurut beliau, tidak melanggar Maqashid Syariah ini, maka jika ada pernyataan HTI melanggar Maqashid Syariah NKRI, maka itu tidak benar. Dan beliau menyampaikan bahwa Khilafah menjadi wajib untuk menjaga Maqashid Syariah yang syar'ie.


Terakhir, pemaparan Kyai Eko Abu Dzafiroh, tentang metode penegakkan khilafah wajib meneladani dakwah Rasulullah ,tanpa kekerasan, tanpa kudeta, murni dakwah.

Lanjutnya, “Dan hadirnya ulama pada sidang PTUN pada tanggal 7 Mei mendatang adalah untuk menunjukkan dukungan kepada syiar dakwah HTI. Insya Allah HTI akan menang. HTI layak mendapatkan kemenangan.”

Acara yang dihadiri oleh sekitar 50 ulama ini berjalan dengan penuh semangat dan kekhusu’an. Sekaligus komitmen untuk turut hadir pada sidang putusan PTUN ,Senin 7 Mei 2018

Acara diakhir dengan do'a oleh KH. Ahmad Baidhowi dan makan bersama.

Tidak ada komentar