Breaking News

Palestina Bergembira Menyambut Khalifah Umar

PALESTINA BERGEMBIRA MENYAMBUT KHALIFAH UMAR YANG MENJAMIN HARTA, GEREJA, JIWA & AGAMA LAINNYA.

By Roky almaroky

Puluhan resolusi sudah dikeluarkan, bahkan ratusan pertemuan sudah digelar. Namun belum ada tanda-tanda solusi bagi masalah Palestina.
Isu Palestina kembali hangat ketika beredar rekaman Yahya Cholil Staquf yang konon membela palestina dengan caranya.
Dalam catatan sejarah, Palestina pernah dibebaskan dua kali. Pertama oleh Khalifah Umar bin Khatab dan kedua oleh shalahuddin al Ayyubi. Lalu bagaimana cara mereka membebaskan Palestina? Apakah duduk bersama penjajah dan bekerjasama dengan mereka? Bagaimana kiat Khalifah Umar membebaskan Palestina?

Ketika Umar  bin Khatab jadi Khalifah, Palestina dikuasai Romawi dibawah pimpinan Atrabun. Ia adalah palnglima Perang Romawi yang sangat zalim sehingga ditakuti rakyat Palestina. Padahal dibumi Palestina ini terdapat Baitul Maqdis. Tempat suci Kaum Muslimin. Namun sejak peristiwa isra’mi’raj terjadi, Nabi SAW  tak pernah lagi bisa berkunjung ke Baitul Maqdis karena dikuasai Romawi.

Di masa Khalifah Umar inilah upaya pembebasan Palestina dimulai. Umar membentuk pasukan dan mengirimkan pasukan itu dibawah komando Amru bin Ash dan Syurahbil bin Hasanah. Tentu pasukan itu untuk membebaskan Palestina, bukan untuk membebaskan pengajian-pengajian seperti yang marak terjadi di negeri tetangga.

Pembebasan Palestina pun dimulai. Beberapa kota telah berhasil dibebaskan seperti  Rafah, Gaza, Sabastian, Nablus, Lad, Amawas, Bait Jifrin dan Jaffa. Tinggallah kota Yerussalem  yang sangat gigih dipertahankan oleh panglima Romawi Atrabun.  Maka Panglima Amru bin Ash menulis surat untuk melaporkan kepada Khalifah Umar. Mendapat laporan tersebut, Umar memerintahkan Pasukan Abu Ubadah dan pasukan Khalid Bin Walid untuk ikut membebaskan Palestina. Kali ini  dibawah komando langsung dari Khalifah Umar.

Panglima Atrabun mengetahui pergerakan pasukan yang dibawah komando langsung Khalifah Umar sudah sampai di Jabiah (daerah pedalaman Syam). Maka ia pun mulai berfikir untuk melakukan perjanjian damai karena pasukannya tidak akan sanggup menghadapi kehebatan pasukan Umar.  Disisi lain, Severinus (Pendeta Baitul Maqdis) bergerak cepat mengirim utusan untuk melakukan perjanjian damai dengan Khalifah Umar. Diantara isi perjanjian damai itu antara lain :

“Jaminan Keselamatan untuk Jiwa dan harta mereka,  untuk gereja-gereja dan salib mereka, bagi yang sakit dan sehat, dan bagi kelompok agama yang lain.”
“Gereja-gereja tidak boleh ada yang diambil; benda apa pun yang ada di dalamnya atau dilingkungannya, baik salib atau harta benda apa pun milik mereka. Mereka tak boleh diganggu atau dipaksa dalam agama.”  (The Golden Story of Umar, hal. 232).

Khalifah Umar menerima usulan perjanjian damai dan memberikan jaminan keamanan. Utusan Severinus membawa surat Perjanjian damai yang sudah ditandatangani Khalifah Umar. Penduduk kota Yerussalem sangat senang karena mendapat pengakuan dan jaminan keamanan atas harta, jiwa dan agama mereka dari Khalifah Umar bin Khatab. Disaat yang sama Pasukan Romawi meninggalkan Kota.

Begitu senangnya penduduk kota itu sehinga mereka menyambut meriah ketika Khalifah Umar memasuki Yerussalem. Bahkan Pendeta Severenus mendampingi Umar untuk keliling Kota Yerussalem. Dengan ramah, Severinus menunjukkan dan menceritakan beberapa situs peninggalan sejarah kepada Umar. Ketika waktu sholat dzuhur tiba, mereka sedang berada disuatu gereja. Pendeta Severinus Menawarkan Umar untuk Sholat di gereja itu. Namun umar menolaknya. Umar lebih memilih keluar gereja dan sholat di tempat bekas reruntuhan kuil Sualiman. Di tempat inilah kemudian didirikan masjid alqibly (masjid al aqsha).

Khalifah Umar memasuki dan membebaskan kota Yerussaalem,  tanpa ada pertumpahan darah. Bahkan disambut meriah oleh penduduk kota Yerussalem. Ia memberikan jaminan keamanan atas harta, jiwa dan agama. Di zaman Khalifah Umar Tak ada gereja yang diambil alih. Tak ada gereja yang  dirusak, tak ada bom yang meledak di gereja. Lalu, kalau ada yang ngaku mirip Khalifah Umar,  itu bagus saja tapi harus bisa memberikan jaminan keamanan, jangan ada gereja yang di ganggu. Jangan ada masjid yang diganggu. Jangan ada pengajian yang diganggu, Jangan ada rumah ibadah agama apa pun yang diganggu.

Kalau ada yang ingin membebaskan palestina,  itu bagus, perlu diapresiasi. Namun  semestinya mencontoh  pemimpin yang telah terbukti sukses membebaskan Palestina. Bukan asal ngarang dan ngaku-ngaku membela palestina. Khalifah Umar  membebaskan Palestina diawali mengirim pasukan untuk menekan pasukan Romawi agar keluar dari Palestina. Khalifah Umar tak pernah  mengirim pasukan untuk menekan panitia atau menekan DKM untuk membubarkan pengajian. Seperti yang dialami oleh ust. Felix siauw. Atau kasus yang lainnya. Khalifah Umar juga tidak menggunakan sistem kerajaan (Otokrasi) maupun sistem Demokrasi ketika berhasil membebaskan Palestina.

Khalifah Umar juga tidak duduk manis bersama Penguasa Romawi untuk bernegosiasi. Khalifah Umar juga tak mengharapkan ada proyek infrastruktur dari Romawi untuk membangun Palestina.

Justru ada pesan Khalifah Umar saat pidato menjelang membebaskan Palestina yang harus kita ingat.
  “… Perbaikilah hal-hal yang tak nampak dari kalian maka akan baik pula yang tampak dari kalian. Berbuatlah untuk akhirat maka urusan dunia kalian akan tercukupi.”
“Ketahuilah, tak ada seorang pun diantara kalian kecuali PASTI menemui KEMATIAN. Siapa yang ingin menuju syurga hendaklah senantiasa bersama jamaah. Ketahuilah, sesungguhnya setan bersama orang yang sendiri,..” (The Golden Story of Umar, hal. 231).

Kita sangat berharap Palestina segera bisa dibebaskan. Puluhan resolusi PBB tak mempan. Ratusan perundingan digelar tak memberi solusi. Karena sistem kerajaan (otokrasi) dan sistem Demokrasi terbukti sampai kita tak mampu membebaskan Palestina. Maka kita perlu sosok seperti Khalifah Umar dengan sistem kepemimpinan seperti pada masa khalifah Umar.

Jika dulu Pendeta Severinus dan rakyat Palestina bergembira menyambut datangnya Khalifh Umar  untuk membebaskan bumi Baitul Maqdis, mestinya kini juga. Maka jika kehadiran pemimpin kini ke Palestina tidak disambut gembira bahkan tidak membebaskan mereka maka segera istighfar dan merenungi diri. Segeralah ingat pesan Khalifah Umar akan kematian yang pasti datang . segeralah kirim pasukan dan bebaskan palestina, berbuatlah untuk akhirat karena pasti akan tercukupi kebutuhan dunia. Jika ini diingat maka tak perlu memburu proyek dari negara-negara penjajah karena selama berbuat baik maka pasti ditolong oleh Allah yang maha pengasih lagi penyayang. Semoga.

Tidak ada komentar