Breaking News

Bagaimana HTI mewujudkan Khilafah?

Bagaimana HTI mewujudkan Khilafah?


Sebelum dibahas lebih jauh, perlu ditegaskan bahwa mewujudkan Khilafah adalah cita-cita mulia berdasarkan dalil Al-Qur'an, Hadits dan ijma' shahabat. Khilafah bukanlah monster yang harus ditakuti, namun khilafah adalah institusi yang menerapkan syariat Islam secara menyeluruh yang dengan itu rahmatan Lil 'alamin sebagaimana janji Allah akan terwujud. Maka tak layak dan tak pantas bagi seorang muslim menolak Khilafah, karena itu berarti menolak sebagian dari ajaran agamanya sendiri.

Karena mewujudkan Khilafah berarti melakukan perubahan masyarakat secara mendasar, lalu pertanyaannya adalah bagaimana caranya? Inilah diskusi hangat yang terjadi bukan hanya di kalangan umat Islam, namun juga di kalangan diluar Islam juga jadi polemik diskusi.

Melakukan perubahan mendasar pastilah terkait dengan kekuasaan karena institusi yang menerapkan sistem/peraturan adalah penguasa. Realitasnya, ada empat pendekatan/cara/metode untuk melakukan perubahan, yaitu:

1. Melalui jalur pemilu dalam sistem demokrasi, harapannya bisa menjadi penguasa, lalu melakukan perubahan secara bertahap.
2. Kudeta militer.
3. People Power.
4. Dakwah.

Karena poin 1-3, adalah perkara yang umum diketahui, maka kita langsung bahas yang keempat yaitu dakwah yang dinyatakan oleh kawan-kawan dari HTI dan saat ini sedang hangat menjadi perbincangan.

Dalam literatur-literatur HT, tujuan mereka mendirikan gerakan adalah untuk melanjutkan kehidupan Islam atau menerapkan Islam secara total, sedang khilafah dipandang sebagai metode atau institusi atau kekuasaan yang sesuai untuk tujuan tsb.

Bagaimana HTI mewujudkan itu? Dakwah, dakwah yang mengikuti tiga marhalah/tahapan, yaitu:

1. Tahapan tatsqif/pembinaan/pengkaderan,
2. Tahapan tafa'ul ma'al ummah atau berinteraksi dengan ummah.
3. Tahapan tathbiq ahkam/penerapan Islam, setelah sebelumnya terjadi istilamul hukmi/penerimaan kekuasaan dengan tholabun nushroh/ajakan kepada penguasa, bukan dengan pemaksaan apalagi kekerasan.

Dimana logikanya bisa melakukan perubahan?
logika dalil, HTI melandaskan pada Sirah Nabawiyah. Dalam melakukan aktifitas dakwah merubah masyarakat, Rasulullah menjalani 3 tahapan dakwah tsb, yaitu mulai dari tahapan pertama, pembinaan/pengkaderan saat beliau memulai dakwahnya di mekkah, aktifitas nya adalah pembinaan/kajian intensif, dalam bahasa yang kemudian digunakan HTI yaitu halqoh, lalu berinteraksi dengan masyarakat secara terbuka manakala kader sudah dipandang kuat dan cukup untuk berinteraksi secara terbuka dalam masyarakat, aktifitasnya juga dalam bentuk seruan dan pembinaan masyarakat secara umum. lalu tahap yang ketiga, Rasulullah menerapkan Islam secara sempurna di Madinah, setelah sebelumnya Nabi melakukan tholabun nushroh atau dakwah pada kepala kabilah. Kabilah aus dan khazroj yang kemudian menerima dakwah nabi melalui utusan nabi, dialah Al muqri', Mushab bin Umair RA.

Ketiga marhalah tersebut dilakukan dengan dakwah, yaitu seruan atau ajakan dengan lisan bukan dengan pedang. Jelas, yang dilakukan oleh HTI jauh dari apa yang disebut dengan istilah makar, dimana makarnya? Padahal semua aktifitas nya hanyalah seruan, jika mau silakan, tidak pun juga HTI tak lantas menggunakan jalan kekerasan.

Dakwah HTI takkan berhasil?

Aktifis HTI biasanya akan menyatakan, janji Allah pasti datang, dan bisyarah Nabi pasti terwujud. Namun diluar itu semua, sebenarnya kita bisa menemukan logika alur perubahan dengan dakwah tersebut. Satu logika historis, bahwa pernah terjadi perubahan tersebut dengan dakwah yaitu ketika dakwah nabi Muhammad berhasil merubah masyarakat Madinah melalui lisan mulia Mushab bin Umair Al muqri'. Yang kedua, logika realitas perubahan yang terjadi di masa kini, pertama, setiap perubahan masyarakat pasti diusung oleh beberapa orang yang berkumpul dan berjuang dalam wadah pergerakan, disinilah pentingnya ada pengkaderan, dan inilah yang dilakukan oleh HTI sehingga mereka punya kader yang sangat banyak dan militan yang siap terjun di tengah masyarakat. Ini adalah pembentukan fondasi perubahan. Yang kedua, setiap perubahan pasti diawali dengan perubahan opini dan kesadaran masyarakat, misal revolusi industri ataupun revolusi bolshevik, diawali dengan perubahan besar opini yang terbentuk dari atau dipicu dari kedzaliman atau ketidakmampuan penguasa menyejahterakan masyarakat. Inilah logika perubahan menurut HTI manakala mereka terus menerus menyerukan Islam di masyarakat dengan berbagai aktifitas nya seperti seminar, tabligh Akbar, konferensi, penyebaran buletin, majalan, dan tabloid dakwah dll. Targetnya adalah perubahan opini dan kesadaran menuju opini dan kesadaran masyarakat secara umum. Yang ketiga, penerapan sistem setelah berhasil merubah kekuasaan menjadi kekuasaan Islam dengan dakwah kepada penguasa yang mereka sebut dengan istilah tholabun nushroh. Intinya, ada penguasa 'yang berubah pikiran' karena dakwah, apa ada yang begitu? Menurut mereka ada, Allah yang membolak-balikan hati manusia, disamping memang realitas nya manusia berubah adalah hal yang biasa terjadi, berubah dari non muslim menjadi muslim adalah hal biasa, berubah dari jahat menjadi baik adalah hal biasa, bahkan sebaliknya mungkin terjadi, lalu bukankah mungkin juga kalau ada penguasa yang berubah dan bersedia untuk menerapkan Islam secara kaffah. Logis kan?

#KhilafahAjaranIslam
#DakwahTanpaKekerasan
#BukanOrmasTerlarang
#MelawanAntiIslam
#Menjelang15Ribu
#TinggalkanKapitalisme
#IndonesiaPerluKhilafah

Tidak ada komentar