Breaking News

RIDHO TERHADAP KEMAKSIATAN ADALAH KEMAKSIATAN

RIDHO TERHADAP KEMAKSIATAN ADALAH KEMAKSIATAN


Perbuatan munkar dan maksiat akan menyebabkan pelakunya mendapatkan dosa. Maka seorang yang tidak ingin mendapatkan dosa dan murka-Nya, dia jangan mengerjakan perbuatan tersebut.

Lalu bagaimana tidak mengerjakan perbuatan maksiat, namun dia hadir dalam majelis yang berisi kekufuran, kemunkaran, dan kemaksiatan?

Tindakan itu juga terlarang. Ini didasarkan pada firman Allah Swt:
وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ وَإِمَّا يُنسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَى مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ [الأنعام:68].

( 68 ) Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).

Maka siapa pun yang berada dalam majelis atau forum yang berisi kemunkaran dan kemaksiatan, dia wajib mengubah dan menghilangkannya. Jika tidak mampu, maka wajib meninggalkannya.

Menjelaskan ayat ini, Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya berkata, "(إنكم إذا مثلهم) ini menunjukkan wajibnya menjauhi pelaku maksiat jika telah tampak kemaksiatan dari mereka. Sebab, orang yang tidak menjauhi mereka, berarti dia telah ridha kepada perbuatan mereka. Ridha kepada kekufuran adalah kufur."

Maka ketika ada kemaksiatan, jika tidak mampu menghilangkannya, jangan duduk dan diam di tempat tersebut. Apalagi turut bergembira dan bertepuk tangan mensuport pelaku maksiat.

Tidak ada komentar