Breaking News

Prof Fahmi Amhar, Mimpi besar : Revolusi.

Mimpi Besar : Revolusi
DETIKISLAM.COM – Ini sebuah mimpi. Tapi ini bukan ilusi yang utopia.



Tahun 1988, warga Jerman Timur di depan saya cerita mimpinya:

Kalau Gorbachev berkuasa 10 tahun lagi, tembok Berlin akan dibuka. Sejarah menunjukkan, 1989, Tembok Berlin dengan tanah dibuat rata !

Tahun 1980-an, situasi begitu suram di South Africa.

Tidak boleh ada partai kecuali partai apartheid milik penguasa. Tidak boleh ada media massa kecuali media milik penguasa. Dan tidak boleh ada demonstrasi kecuali diijinkan penguasa.

Dan Nelson Mandela menjalani hukuman seumur hidup di penjara. Tapi 1990 Presiden de Klerk mulai melonggarkan politik negaranya.

Dan 1994, Nelson Mandela terpilih menjadi presiden hitam pertama !
Hal yang sama terjadi di Indonesia. Tahun 1998, Soeharto dipilih jadi presiden lima tahun berikutnya.

Konon itu konsensus nasional yang tak perlu lagi ditanya. Waktu itu pemilu dan DPR/MPR semua hanya sandiwara.

Tapi 2 bulan setelah dilantik, Soeharto undur diri dengan terpaksa. Setelah 19 Menterinya menyatakan mundur dari membantunya.

Lalu pimpinan MPR minta agar Soeharto mendengarkan rakyatnya.
Dan panglima TNI ternyata tidak menghalau demo para mahasiswa !

Siapa yang membisiki sehingga Pimpinan Jerman Timur mau berubah?
Siapa yang membisiki sehingga Presiden South Afrika mau berubah?
Siapa yang membisiki para Menteri, pimpinan MPR, dan panglima TNI, sehingga mereka semua mau berubah?

Para pembisik itu adalah orang-orang yang saat itu di balik layar.
Mereka bekerja keras bertahun-tahun lamanya tanpa dibayar.

Mereka melalui orang-orang sederhana yang tak diduga pasar. Dan yang tidak tahu akan menuduh mereka ini hanya Omong Besar!
Dan itu kini yang dialami oleh para pejuang syariah & khilafah.

Khilafah memang ide sangat besar, tetapi tetap harus diomongkan. Agar suatu ketika ada orang-orang besar yang terketuk hatinya
dan mau membuat perubahan yang benar-benar besar !

oleh: Prof. Dr. Fahmi Amhar

Tidak ada komentar