Breaking News

DEBAT KELAS BEBAS

DEBAT KELAS BEBAS



@ Handholah

Paslon sebaiknya menjalani debat kelas bebas. Bukan DEBAT KELAS BIMBEL: dimana pertanyaannya DISEGEL, tapi jawabannya NYONTEK. Anak SD saja dilarang nyontek!

Di DEBAT KELAS BIMBEL seperti kemarin rakyat tidak bisa menyaksikan kemampuan retorika, wawasan pemikiran, karakter atau emosi paslon yang sesungguhnya. Sementara di kehidupan sehari-hari penampilan paslon bisa diseting untuk pencitraan. Bgm rakyat bisa memilih yg baik? Kecuali bg orang2 yang melek politik.

Berbeda dg DEBAT KELAS BEBAS. Paslon akan bermain bebas dalam berbicara, menyampaikan janji, bertanya dan menjawab, dengan ketersediaan waktu cukup dan adil. TANPA CONTEKAN ya....

Di DEBAT KELAS BEBAS, rakyat akan bisa melihat langsung isi otak dan emosinya. Karena, secara otomatis masing-masing paslon akan berdebat sengit. Moderator hanya menjaga waktu dan menjadi penengah saja agar fokus.

Di DEBAT KELAS BEBAS, paslon akan saling menjatuhkan lawan tanpa harus menghina, sekalipun boleh jadi pada akhirnya ada paslon yang KALAH dan merasa TERHINA. Tidak mengapa, demi rakyat untuk mendapatkan pemimpin yang HEBAT.

Di DEBAT KELAS BEBAS, paslon akan saling menunjukkan keunggulan visi misi termasuk janjinya. Respon lawan akan menguji, apakah visi, misi dan janji-janjinya benar dan realistis, atau SALAH dan hendak BERBOHONG (lagi). Tidak mengapa bila ada paslon yang KALAH dan MALU, demi rakyat untuk mendapatkan pemimpin yang KEREN.

Ohya, janji-janji juga harus dipertanggungjawabkan. Sehingga harus ada mekanisme yang mengatur untuk menagih janji hingga sangsi impeachment. BIAR TIDAK ASAL MANGAP bikin janji.

=====

Saya teringat dengan sejarah bagaimana PERDEBATAN SENGIT dalam memilih khalifah sebagai penggati kepemimpinan Rasulullah SAW setelah beliau wafat.

Para pemimpin atau tokoh umat waktu itu berkumpul dan melakukan DEBAT BEBAS selama 3 hari 2 malam hingga terpilih Abu Bakar RA sebagai Khalifah pertama.

Ingat! PERDEBATAN SENGIT itu 3 hari 2 malam lho, hebat bukan?! Bukan 1-2 menit ala BIMBEL, bro!

Betapa pentingnya pemilihan khalifah tersebut, sehingga pemakaman jenazah suci Rasulullah SAW pun tertunda demi memperoleh pemimpin yang keren itu.

Itulah salah satu cara teknis (uslub) untuk memilih pemimpin hebat Abu Bakar RA. Berbeda lagi dengan cara-cara ketika pemilihan khalifah Umar RA, Utsman RA, dan Ali RA yang keren pula.

Tapi, hal yang sama ada pada metodenya. Mereka selalu dibai'at oleh umat, untuk menjalankan syariat Allah SWT. Itu!

Tidak ada komentar