Breaking News

Memutus Mata Rantai LGBT

Memutus Mata Rantai LGBT

Siti Masliha, S.Pd (Aktivis Muslimah Peduli Generasi)


Akhir2 ini berita tentang LGBT yg cukup ramai diperbincangkan. Bekasi salah satu kota yg terimbas dampak LGBT. Bahkan Bekasi bisa dibilang "darurat LGBT".

Dinas kesehatan (Dinkes) mengatakan terdapat eksistensi komunitas-komunitas gay yang terbesar di berbagai wilayah. Kepala Bidang Pengendalian dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes  Kab Bekasi Irfan Mulana mengatakan pihaknya mencatat setidaknya di Kab Bekasi terdapat kurang dari 1000 komunitas gay. Pemkab menyadari keberadaan dan eksistensi gay berbahaya. Untuk itu menurut dia ketika ditemukan suatu penyebaran HIV-AIDS pada suatu komunitas. (Republika.co.id)

Tidak ada upaya yang serius dari pemerintah untuk memberangus LGBT, akhirnya pelaku LGBT semakin hari semakin tumbuh subur bagaikan jamur di musim penghujan. Sebenarnya kenapa LGBT ini sangat sulit untk diberangus?

Pertama, Budaya Barat yang masuk ke Indonesia. LGBT adalah budaya Barat yang berkiblat pada HAM. HAM adalah tuhan baru yg menjadi tameng bagi pelaku LGBT untuk melegalisasikan perbuatannya dengan dalil kebebasan.

Kedua, Aplikasi di HP. Penemuan Radar Bogor sedikitnya ada sebanyak 10 aplikasi yang beraromakan gay. Hal ini memudahkan kaum homo dan lesbian mudah mengunggah aplikasi tersebut.

Ketiga, Penengesahan dari PBB. Bahwa hak hak mereka telah diakui oleh deklarasi PBB tahun 2008.

Keempat, Sokongan dana yang besar. Perlu diketahui, PBB melalui program UNDP meluncurkan dana untk LGBT sebesar 108,7 M untuk pemerintahan Indonesia. (hhtps://gobekasi.pojoksatu.id)


Solusi tuntas Penanganan LGBT.

LGBT sebagai salah satu penyakit masyarakat yg sekarang ini keberadaannya sangat sulit untk diberangus. Pelaku LGBT semakin hari semakin meningkat dan sampai menyasar anak2 remaja. Setidaknya ada 3 aspek yang diperlukan agar mata rantai LGBT ini terputus di tengah masyarakat:

Pertama, Ketaqwaan individu. Ketaqwaan adalah pondasi yg harus ada pada setiap individu ketika dia hidup bermasyarakat. Ketaqwaan inilah yang menjadi dasar ketika seseorang melakukan perbuatan. Halal haram adalah standar dari individu ketika dia melakukan aktivitas di masyarakat. Ketika aktivitas itu halal maka Individu ini akan melakukan jika aktivitas itu haram maka dia tdk akan melakukakannya. Pada masa Raasulullah banyak teladan yg amat menakjubkan tentang ketaqwaan di masyarakat. Kisah *maiz dan ghomidiah* sebagai salah satu contoh ketaqwaan yg dibangun pada saat itu ketaqwaan yg tinggi. Suatu hari Ghomidiyah datang ke Rasul minta Rasul menjatuhkan hukuman/had terhadapnya sesegera mungkin. Rasul meminta bukti2 kl Maiz dan Ghamidiyah ini berzina. Rasul menunggu sampai Ghamidiyah melahirkan anaknya dan sampai selesia menysui. Tp Maiz dan Ghomidiyah terus mendesak Rasul untk menjatuhkan hukuman atasnya. Rasul pun menjatuhkan hukuman atasnya.
Rasul memberi komentar terhadap *Ghomidiyah*: "Wanita itu telah bertaubat dengan sesungguhnya, yg bilang ditimbang taubatnya itu dg seluruh penduduk bumi, pasti dikalahkannya". *(HR. Abu Daud)*
Tentang *Maiz* Rasul berkomentar:
"Dia sekarang telah berenang di surga". *(HR Ibnu Hibban)*

Kedua, Kontrol masyarakat.
Masyarakat adalah kumpulan individu yg memiliki pemikiran, persaan dan aturan yg sama. Dalam interaksi di sebuah masyarakat islam ketika ada individu atau sebagian kelompok yg melakukan kesalaharan maka masyarakat yg lain akan mengingatkan. Prinsip *amar ma'rif nahi munkar* adalah prinsip yg diterapkan dalam masyarakat islam.
Sebagai contoh pada masa Rasul kaum munafik tidak akan tidak berani menampakkan kemaksiatannya. Tekanan keras dari masyarakat yg menjadi faktor kuat untuk mereka tidak menampakkan kemaksiatannya.

Ketiga, sanksi tegas dari negara. kedudukan negara adalah untk memelihara masyarakat dan anggotanya serta bertindak selaku pemimpin yg mengatur dan mementingkan urusan rakyatnya. Negara menegakkan sanksi-sanksi hukum dan menyebarkan keadilan serta memgembalikan hak-hak kepada yang berhak. Menurut Ibnu Abbas hukuman bagi pelaku LGBT adalah dijatuhkan dari gedung yang tertinggi setelah itu ditumpuk dengan batu (HR. al Baihaqi).

3 aspek inilah yang harus diterapkan oleh negara sehingga dapat memutus mata rantai LGBT.

Tidak ada komentar