Breaking News

*Multaqo Ulama Asawaja di Majelis Al Barokah,Jayanti Kab.Tangerang "Hukuman Bagi Penghina Nabi adalah Hukuman Mati".

Sabtu,23 November 2019.Bertempat di Majelis Al Barokah yang di asuh oleh Al Mukarom Ust.Bambang Wijaya,telah berkumpul para Ulama Ahlusunnah Waljama'ah yang peduli dengan kondisi umat kekinian.
Dan pada pertemuan kali ini para Ulama berkumpul untuk membuktikan kecintaanya kepada junjunannya Kang Jeng Nabi Muhammad SAW.Pada pertemuan itu para Ulama menungkan kemarahan atas penghinaan oleh Sukmwati terhadap Kang Jeng  Nabi SAW yang telah membandingkan dengan Ir. Sukarno dalam pernyatakan sikapnya.

Pernyataan sikap pertama di sampaikan oleh Al Mukarom Ust.Bambang Wijaya yang menyatakan bahwa penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW, menurut hukum Islam pelakunya harus ditindak tegas  dan seharusnya hukuman mati,karena hukum bagi penghina Nabi Muhammad SAW adalah hukuman mati.

Pernyataan selanjutnya di sampaikan oleh Ust.H.Lukman "Seharusnya hukuman bagi penghina Nabi Muhammad SAW adalah hukuman mati tapi dalam sistem demokrasi itu mustahil untuk dilakukan,maka umat harus memperjuangkan tegaknya Syariat Islam dalam bingkai Khilafah agar pelaksanaan hukuman bagi penghina Nabi bisa dilaksanakan.

Pernyataan selanjutnya di sampaikan oleh Ust.Tarman "Kasus penghinaan yang dilakukan oleh Sukmawati sama degan kasus Ahok kemarin.Ada yg mendukung dan ada yg menentang,maka agar bisa dihukum harus ada tekanan yg masif dari umat,karena kalau ini didiamkan penghinaan terhadap Islam dan ajaranya akan terus berlanjut"

Pernyataan selanjutnya di sampaikan oleh Ust.Dawiri "Dulu konde dibandingkan dengan cadar skarang Nabi Muhammad dengan Sukarno,maka umat harus kompak dalam satu komando karena kalau tidak, bisa-bisa Alloh juga akan mereka hina."

Setelah pernyatan dari para Ulama dilanjutan dengan pembacaan pernyataan sikap bersama atas penghinnan terhadap Nabi SAW oleh Sukmawati.




Tidak ada komentar