Breaking News

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Cinta Nabi Cinta Syariah

Leuwiliang, Ahad, 24 Nop 2019, Bertempat di Majlis Ta'lim Al Barokah, kp Situhiyang desa Puraseda Kec Leuwiliang, Kab Bogor dan Pondok Pesantren Darul Aulad, pimpinan Kyai Muhyiddin, mengadakan agenda bersama Tablig Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Tema Cinta Nabi Cinta Syariah.

Hadir sekitar 500 lebih jamaah Bapak bapak dan ibu ibu memenuhi tempat yg disediakan.
Nampak hadir dalam acara tersebut para Kyai, 'Alim Ulama, Tokoh masyarakat dan para ustadz berikut santrinya antusias mengikuti jalanya acara.

Pemateri utama Kyai Aef Saifuddin pimpinan PP Ar Rosyadah - Gunung Bunder, Bogor menyampaikan bahwa salah satu bukti cinta kepada Nabi Muhammad SAW adalah Mencintai beliau  melebihi cinta nya kepada siapapun. Cinta kepada Nabi berarti  meneladani segala yang ada pada nabi, menerima semua yang dibawa oleh Nabi, melaksanakan semua yang diperintahkan dan menjauhi semua yang di larang Nabi.

Nabi Muhammad SAW adalah contoh sempurna dalam menjalankan syariat Alloh SWT, Bagi umat Islam seluruh apa yang di bawa Nabi adalah tuntunan dan Belaiu adalah teladan yang tiada bandingnya,  jika kita laksanakan yang beliau perintahkan,  atau meninggalkan semua yang beliau larang pasti  akan memberikan kebaikan kepada manusia yakni Rahmat bagi semesta alam.

Nabi Muhammad SAW menjadi teladan bagi kita  dalam melaksanakan ibadah yakni hubungan manusia dg Allah SWT, demikian juga teladan bagi kita dalam perkara urusan yang berhubungan dengan mengatur diri pribadi, lebih dari itu beliau adalah teladan dalam interaksi antara manusia /muamalah hingga teladan dalam bernegara.

Faktanya saat ini Masyarakat kita, yang mayoritas muslim ini, mereka beribadah, berakhlak, namun mereka dalam berinteraksi /muamalah dan bernegara amatlah jauh dari meneladani Nabi Muhammad SAW,

Solusi umat saat ini adalah Islam, memperingati maulid adalah bentuk rasa cinta kita kepada Islam dan kelahiran kanjeng Nabi yg membawa risalah Islam jadi jika kita mengaku mencintai Nabi maka harus mencintai syariat Islam, sementara syariat ialam tidak akan tegak tanpa adanya negara yang menjalankan dan negara itu tidak lain khilafah islamiyah

Sehingga penerapan syariah dalam bingkai khilafah untuk menerapkan Islam secara kaffah tidak bisa ditawar lagi dan harga mati tegas Kyai Aef Syaifudin.

Di akhir malamnya Kyai Aef Saifudin mengajak jamah dan segenap  komponen umat untuk bersama sama berjuang demi tegaknya syariah kaafah, tetap istiqomah dan tidak gentar terhadap propaganda para pembenci Islam.



Tidak ada komentar