Breaking News

#NoHijabDay : Ajaran Sesat dan menyesatkan



Oleh : Diah Sari, S.S (Pembina dan Pengisi Majelis Taklim Pondok Melati Bekasi)


Kembali ajaran Islam terus menerus diserang oleh pegiat  Feminsme Liberalisme. Setelah pernyataan Sinta Nuriyah  dan putrinya Inayah Wahid yang kontroversial menyatakan bahwa jilbab tidak wajib bagi wanita muslimah (YouTube Channel Deddy Corbuzier 15 Januari 2020). Lalu saat ini jagad di Indonesia ramai memperbincangkan kampanye #NoHijabDay yang diviralkan Yasmine Muhammed dalam akun twitternya 2018 silam. Untuk menjawab #WorldHijabDay.

Yasmine menulis “In Solidarity with women who are forced to wear the hijab” kemudian menambahkan  video melepas kerudung dan membakarnya aksi tersebut kemudian diperingati setiap tanggal 1 Februari sebagai No Hijab Day dengan kampanye menutup aurat tidak wajib, anggapannya tubuh perempuan memiliki otoritas sendiri  untuk tidak memaikai hijab. Hari yang sama dengan peringatan World Hijab Day.

Kampanye para feminis liberalis ini sudah terlambat karena geliat wanita muslimah memakai hijab demikian maraknya. Tua muda, wanita-wanita yang tinggal di desa maupun perkotaan, an tak kalah mencengangkan para selebritis yang dikenal biasa mengumbar aurat ramai-ramai memakai hijab. Sudah terpatridalam dada bagi wanita-wanita muslimah bahwa menutup aurat bagi muslimah adalah wajib.seruan hijrah senantiasa disambut gegap gempita. Ramainya kajian-kajian yang diselenggarakan komunitas Yuk Ngaji, Cinta Qur’an, dll. Atau kajian-kajian ustadz Hanan Attaqi, Felix Shiauw, Ustadz Adi Hidayat, atau  Ustadz Abdul Somad membuktikanhal itu.

Apakah dengan keterlambatan ini kaum feminis berhenti? Tidak. Mereka terus berbicara dan mempengaruhi pemahaman yang benar dalam benak muslimah. Melalui  media-media sekuler mereka menyuarakan penyesatan ini. 

Kampanye #NoHijabDay adalah ajaran sesat dan menyesatka. Sesat disebabkan betentangan dengan Syariat Islam. Sesuatu yang wajib malah dibilang tidak wajib.padahal berhijab bagi muslimah adalah  ajaran Islam. 

Dalam QS An Nur  31 : Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung

QS. Al Ahzab 59 : Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dalam ayat Al Quran diatas jelas-jelas menyatakan bahwa seorang Muslimah wajib menutup aurat dengan mengenakan jilbab yang dipahami seperti gamis menutup badan. Kemudian memakai khimar atau kerudung  yang menutup kepala sampai dada. Jilbab dan khimar dipakai wanita ketika berada dalam hayatul amm atau di kehidupan umum seperti pasar, jalan umum, dll. 

Para Ulama tidak berbeda pendapat mengenai kewajiban ini. Bagi pihak yang menolak wajibnya jilbab menuding selama ini umat Islam salah menafsirkan ayat Al Quran “Terlalu tekstual tidak konstektual” kemudian dipaparkan fakta banyak tokoh muslimah yang tidak mengenakan hijab. Tentunya kesalahannya jelas, fakta tidak bias dijadikan dalil. Karena sumber dalil adalah al Quran an Sunnah.

#NoHijabDay,  Menyesatkan karena para feminis ini akan mempengaruhi wanita muslimah yang lain. Jika dibiarkan maka sesuatu yang mungkin terjadi arena berbahaya bagi keberlangsungan kesadaran umat terhadap syariat Islam yang benar. Jika terus menerus dibiarkan maka akan menjauhkan muslimah pada kewajiban untuk menutup aurat. Padahal dengan menutup aurat, hikmah pelaksanaan syariat ini adalah terjaganya pandangan laki-laki non mahrom supaya tidak memandang sesuatu yang diharamkan olehnya. Juga terjaganya kemuliaan dan kehormatan wanita Muslimah.

Sehingga sikap yang harus diambil oleh umat Islam terhadap kampanye sesat ini adalah lawan! Dengan pengertian, melawan argumen-argumen yang dikemukakan oleh para feminis. Kemudian tetap menjaga semangat kesadaran umat terhadap Syariat Islam.
Satu lagi yang seharusnya ada di tengah-tengah umat yaitu adanya penjaga kemuliaan umat termasuk didalamnya muslimah yaitu Khilafah Islamiyah. Dengan adanya Institusi negara, khilafah akan tegas menutup pintu-pintu bagi tersebarnya ajaran sesat yang menyimpang dari Syariat Islam. Islam telah paripurna mengatur seluruh aspek kehidupan umat, termasuk di dalamnya muslimah. Muslimah akan terjaga kehormatan dan kemuliaannya. Dalam khilafah Tidak akan ada eksloitasi kecantikan wanita demi konsumsi public dan pemberdayaan ekonomi dalam masarakat kapitalistik. 
Khilafah tidak hanya menutup pintu-pintu bagi tersebarnya ajaran kemaksyiyatan, namun juga Negara khilafah akan memberikan sanksi tegas terhadap pelaku-pelakunya. Sehingga akan memberikan efek jera, tidak akan terjadi lagi di kemudian hari.

Wallahu'alam Bisshowab

Tidak ada komentar