Breaking News

Syuting Malah Bikin Kantong Kering

Kerja Tim: Kru film terlihat sedang menata posisi lampu sebagai pendukung pencahayaan di salah satu sudut di Kampung Lawas Maspati, Kamis (7/3)
gambar:jawapos.com

Ratna Sari Dewi, S.E
(Aktif di berbagai Majelis Taklim)

Minggu, 16 Januari lalu, menjadi hari kelabu bagi 2 dari 10 orang ibu-ibu RT 01 RW 03, Perumnas 1, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Pasalnya, sejumlah uang, emas dan ponsel raib dibawa kenalan Bu RT.

Kisah ini berawal dari panggilan salah satu Bu RT kepada ibu-ibu di rt-nya untuk berkumpul karena mau diajak syuting untuk salah satu produk susu kalsium di salah satu mall di Bekasi. Berkumpullah 10 orang ibu-ibu. Bu RT menyuruh ibu-ibu tersebut untuk siap-siap. Ada empat ibu-ibu yang sudah siap duluan kemudian berinisiatif berangkat lebih dulu untuk melihat lokasi. Bersama mereka, ikut juga Bu RT dan pelaku.

Sampai di mall mereka turun di samping mall. Bu RT dan pelaku lalu masuk mall untuk fotocopy KTP sementara empat ibu yang lain menunggu di tempat mereka turun dari grab. Tak lama, Bu RT dan pelaku keluar dari mall dan menyuruh ibu-ibu yang menunggu untuk melepaskan perhiasan mereka. Mau didandani dan ganti pakaian, begitu alasannya. Jadilah ibu-ibu tersebut melepaskan perhiasan mereka lalu dimasukan ke tas masing-masing. Ada 2 orang ibu yang kebetulan memakai perhiasan. Lalu tas tersebut dititip ke dua orang ibu-ibu yang menunggu di luar mall. Tak berapa lama, pelaku mendatangi ibu-ibu yang dititipin tas lalu memintas tas-tas tersebut dan pergi.

Para korban mengatakan mereka telah terhipnotis pelaku. Alasannya, mereka tidak menaruh curiga sedikitpun pada pelaku. Tidak menanyakan tanda pengenal bahkan namanya. Juga pada Bu RT yang mengajak ibu-ibu warganya. Bu RT tidak menaruh prasangka apapun padahal baru kenal dengan pelaku, yang katanya teman salah satu kader posyandu.  

Di jaman materialistik saat ini, dengan alasan tuntutan kebutuhan, emak-emak pun tidak ada nurani menipu orang lain. Padahal perempuan terkenal halus perasaannya dan tinggi rasa ibanya. Tuntunan agama tidak lagi mampu mencegah para wanita melakukan tindak kriminal bahkan dengan nilai fantastis.

Di sisi yang lain, gaya hidup bebas, lifestyle hedonis yang mulai menjangkiti emak-emak, membuat emak-emak menyambut gembira tawaran syuting dan ketemu artis walaupun bukan pujaannya. Inilah yang dimanfaatkan oleh pelaku yang telah tipis imannya.

Pastinya emak-emak ga mau disalahkan. Rutinitas harian di rumah, menguras tenaga dan pikiran emak-emak. Tingkah laku anak-anak juga dinamika kehidupan tak jarang memancing emosi emak-emak. Maka emak-emak butuh refresing, katanya. Jalan-jalan, kumpul dengan teman atau having fun di tempat-tempat yang dapat mengendorkan urat-urat syaraf mereka walaupun sejenak.

Apa yang dirasakan wanita pelaku dan emak-emak korban penipuan di Kayuringin Jaya, bisa jadi juga terjadi di tempat-tempat lain. Tidak saja di Bekasi, tapi juga di daerah lain. Tidak hanya penipuan tapi juga tindak kriminal lain yang melibatkan perempuan.

Apakah karena perempuan makhluk yang lemah, maka mereka sering jadi pelaku dan korban? Kenyataannya tidak. Laki-laki juga banyak menjadi pelaku dan korban kriminalitas. Ini bukan masalah lemah atau kuat tapi masalah tata kehidupan kita yang jauh dari Islam. Jauh dari suasana iman dan aturan Islam.

Karena kurangnya iman, seseorang melakukan kejahatan. Walaupun hanya berbohong (yaitu menipu) tapi termasuk tindak kriminal dalam Islam. Karena kurangnya iman, pemimpin kita tidak menerapkan syariah Islam. Padahal mereka Islam. Dan mereka akan diminta pertanggung-jawaban kelak di akhirat.

Agar peristiwa ini tidak berulang, perlu rasanya kita serius mencari solusi yang bukan sekedar solusi tapi solusi yang menyelesaikan. Solusi yang memberi rasa aman dan ketenangan.
Hal-hal yang bisa kita lakukan agar tidak menjadi pelaku atau korban :

1. Perkuat iman. Sadari bahwa hidup kita di dunia tidak lama. Akhir hidup kita adalah di akhirat yang kekal. Hidip di dunia dengan cara-cara yang melanggar syariah maka akhirat kita akan penuh kesengsaraan, kemiskinan dan penderitaan fisik yang tak akan sanggup kita menahannya. Jangan korban hidup akhirat demi kelapangan di dunia.

Selain itu, kita juga harus sadari bahwa hidup kita karena Allah swt yang menghendaki. Allah tuhan kita yang menyayangi kita. Dia menciptakan langit dan bumi untuk kita. Apa kurangnya lagi sayang-Nya pada kita. Maka, yakinlah, kesulitan dan kesusahan hidup yang kita alami tidak akan lama. Allah tidak akan membiarkan makluknya susah dan menderita.

Maka, jangan sampai kesulitan dan kesusahan membuat kita menjauhi Allah dengan melanggar aturan-nya. Justru harusnya makin mendekat agar Dia sayang dan mengjilangkan kesulitan dan kesusahan kita.

2. Belajar agama agar kita tau mana yang sesuai Islam dan mana yang berasal dari barat. Barat memanfaatkan sebagian umat Islam untuk menjual pemikiran dan gaya hidup barat. Mereka bahkan membayar mahal agar ide-ide tersebut seakan-akan berasal dari Islam. Untuk menipu kita.
Kenyataannya sekarang, ide dari Islam dan ide barat sudah kabur, tak jelas lagi perbedaannya. Kalau bukan karena belajar, tak akan mampu kita memilahnya.

Pelajari agama secara kaffah karena agama kita memang kaffah. Islam mampu menyelesaikan masalah-masalah kehidupan, mulai dari bangun tidur hingga bangun negara. Yang demikian akan terpampang di depan mata kita gambaran kehidupan dengan aturan Islam. Akan muncullah pada diri kita keinginan ada dalam kehidupan itu.

3. Mendesak pemimpin kita agar mereka menerapkan aturan Islam secara sempurna. Karena dengan penerapan aturan tadi, mereka dapat membuat calon pelaku kejahatan berpikir ulang karena tau sanksi berat yang akan diterimanya. Bayangkan saja, pelaku mengintip rumah dapat disanksi dicolok matanya. Apakah ada aturan sekarang seperti ini ancamannya?

Jangan lupa, keimanan harus dibuktikan dengan amal. Bila kita ber-Islam maka harusnya kita menyelesaikan masalah dengan Islam dan berjuang agar aturan Islam dapat di terapkan termasuk di Bekasi. Semoga.. []

Tidak ada komentar